Posts

Daddy and Daughter

Cerita ini kisah kemarin. Ketika senja tak terasa indah, ketika hujan terasa menyedihkan. Kemarin bukan hari yang begitu luar biasa, sebaliknya, kemarin adalah hari yang cukup mengenaskan. Dimulai dari terlambat masuk kelas Grammar II (syukurnya ibu dosen masih membolehkan masuk, meski tatapannya menyiratkan ketidak-sukaan), kemudian 'terpaksa' mentraktir teman (padahal duit udah pas-pasan untuk beli bensin di perjalanan pulang kampus), sampai akhirnya kehujanan. Bukan masalah sial atau tidaknya kemarin, tapi ada satu kisah kecil yang cukup menarik di mata saya ketika hujan kemarin. Hujan yang turun ketika senja berakhir dan malam baru saja dimulai. Kisah itu betul-betul mengusik hati ketika saya menyaksikannya. Hujan yang kemarin turun itu begitu tiba-tiba. Sebelum sampai pada lapu merah ke-dua dari kampus hujan itu tiba-tiba menetes dan membasahi sedikit kemeja saya yang sedang melaju dengan sepeda motor. Sedikit terkejut, saya segera menepi dan berteduh d...

Sebentar Lagi Saja

Diamlah sebentar lagi saja Kita habiskan dulu sisa kopi yang tinggal sesesap ini saja Jangan kau berlari terlalu cepat seperti waktu yang meninggalkan kita Diamlah sebentar lagi saja Biarkan aku memandangi wajahmu lebih lama kali ini saja Agar esok rinduku tak lagi menyiksa Diamlah sebentar lagi saja Jika kau tak mau, biarkan aku yang merasakan cinta-cinta kita kemarin Cukup duduk di depanku, dan jangan pergi dulu Cukuplah rasanya Kau boleh pergi sekarang. Namun jika kau ingin tetap tinggal pun tak apa Baiklah, ku rasa kau sudah tak ingin duduk sebentar lagi saja Silakan beranjak, aku akan tetap di sini hanya untuk sebentar lagi saja.

the Cold Guy

Mahesa melihat sesosok lelaki jangkung yang berjalan dari ujung lapangan. Mahesa baru sekali itu melihatnya. Lelaki jangkung itu terlihat sangat dingin. Ia berjalan sedikit menunduk dengan kedua tangannya yang bersembunyi dalam kantong. Mahesa memicingkan matanya untuk meneliti sosok jangkung tersebut. Ada yang beda yang ia rasakan dari sosok itu. Bel masuk kelas berdering membuyarkan fokus Mahesa. Terakhir, ia melihat sosok jangkung itu sedikit berlari. - Theo duduk sendiri di sebuah bangku taman, di bawah sebuah pohon besar. Sebuah tempat minum berada di sebelahnya. Sesekali, sambil membaca sebuah buku tebal, ia meneguk isinya perlahan lalu menyeka ujung-ujung bibirnya dengan saputangan. Ini adalah kali ke-sekian ratus kalinya ia berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Melompat dari satu tempat ke satu tempat seperti belalang. Berganti identitas setiap berpindah seperti bunglon. Ia lelah dan penat, namun tak ada yang bisa dilakukannya selain terus begitu. Entah akan samp...

the Last Cup of Coffee

Image
do you remember the time when we were sitting together sipping our coffee in love? do you remember the tight hold on our hands when the sun went down? did you see the blink from the first star that day? did you feel the wind blows your mind away? did you hear my heart beat caused by I don't wanna lose you? well, do you remember the taste of the coffee that day? i think it was too sweet and so you were. don't you think that it would be better if it's more bitter? somehow, on the second next i realized. those were our last cup of coffee 'cause you never come back since that day and without you i can't sip another cup of coffee no without you. i will never i miss you and our coffee...
satu kali aku melangkah aku merasa sudah jauh namun ketika berhenti sejenak nyatanya aku belum beranjak apakah hanya anganku yang menjauh?

Beautiful Goodbye

(this poem was inspired by Maroon 5's song with the same title) First time we met, I remember how did it feel. It felt like butterflies were struggling to fly out of my tummy. Then, love was pouring us. Day by day was just beautiful by my side. Every night felt like it'll never go. Just like your touch. It felt like it'll never go. Until I've found the fact. I knew that the hardest part of all was letting you go. Frankly, I'd never want to let you go. After a sweet good night kiss that night you hugged me so tight like you'll never leave. Whereas you turned around and never looked back. There was no word came out from your mouth. Maybe your tongue was freeze so you couldn't speak. In fact, you're gone. Your way to say goodbye was too sweet. Even I couldn't believe that you left me behind. Your beautiful goodbye was just a sweet pain. Not only me, you also left our love behind. I'd never want to imagine that someday I ...

Kehilangan

Aloha! Welcome to month April! ^^ Judulnya ngenes banget -,- tapi ini seriusan tentang kehilangan. Nggak kok, bukan tentang kehilangan pacar ataupun gebetan, apalagi kehilangan fans --' Ini tentang kehilangan barang. Ya sedih dong, ya, kalo kehilangan barang. Kehilangan barang aja udah sedih, apalagi kehilangan barang kesayangan atau barang keramat atau barang yang punya cerita gitu. Itu tuh menyedihkan banget. *yak, mulai curhat* Kalo di-flashback, agak nyesek nih. Kehilangan yang saya inget ada dua di akhir-akhir ini. Pertama, kehilangan cincin yang saya jadiin gantungan kunci. Kedua, kehilangan bolpen yang punya cerita. Hiks!