Posts

Showing posts from August, 2015

Catatan (sebagai) Mahasiswa

Aloha! Liburan akan segera habis, nih! Belum sempat liat jadwal kuliah, tapi kayaknya emang belum ditempel, deh... Tapi kalo liat daftar mata kuliah untuk semester lima di Kartu Rencana Studi (KRS), sih, kayaknya bakal jauh lebih menantang daripada mata kuliah di semester empat. Ya, siap-siap aja.... Kalo kata Pak Pimum dan Bu Bendum waktu rapat tadi, "Untuk yang semester tiga, welcome to the jungle. Kalo yang semester lima, welcome to the hell ." Agak kejam, tapi bukannya keder, saya malah penasaran gimana semester lima yang akan sebentar lagi. *gosok-gosok telapak tangan* Saya akan mengawali catatan ini dengan berbagi pengalaman sebagai mahasiswa selama hampir dua tahun setengah. Ya, menurut saya bedanya waktu jadi siswa dan mahasiswa adalah... jam kosong sebagai mahasiswa rasanya lebih banyak ketimbang waktu jadi siswa. Yak! Itulah yang tiba-tiba pagi tadi saat menyapu meresap dalam otak saya. Saya jadi merenungi banyak hal terkait dengan waktu luang yang banyak itu.

Secangkir Kopi Senja

Tidur siang bukan merupakan sebuah kebiasaan yang boleh dimiliki oleh mahasiswi reguler sore seperti saya. Tapi bulan ini masih libur, jadi bolehlah saya menikmati beberapa tidur siang. Sebenarnya saya tidak terlalu suka tidur siang juga, bangunnya hanya akan membuat kepala berat dan ingin marah. Seperti hari ini. Terbangun ketika hampir senja menyentuh peraduan. Badan rasanya panas, gerah dari dalam. Sungguh tidak nyaman. Setelah sedikit mencuci muka mengembalikan kesejukan, saya langsung mengambil teko untuk memasak air. Secangkir kopi panas mungkin bisa meredakan syaraf-syaraf yang sepertinya tidak melemas walau sudah diberi istirahat. Saya mengambil sebuah novel kumpulan cerita yang tergeletak di samping kasur, mungkin tergeser jatuh ketika saya tidur. Sambil menunggu air mendidih, saya lanjut membaca cerpen yang cukup panjang.

Kumpulan Kepingan 20 #latepost

Kepingan 20 yang Hampir Rampung 20 April memang sudah lama lewat, tapi ternyata belum benar-benar tanpa bekas. 20 tahun yang lalu pada tanggal 20 April, saya diorbitkan sebagai pemain pendatang baru di dunia yang fana ini. Tuhan memilih seorang wanita, ibu saya, sebagai agensi yang mengorbitkan saya. Waktu itu saya tidak tau apa-apa, saya masih tanpa dosa. Tahun-tahun bergulir hingga dua dekade sudah saya menjalani kontrak dengan Tuhan di panggungnya ini. Kalau melihat acara perayaan HUT televisi-televisi swasta yang hura-hura dan terlihat menakutkan, saya ngeri sendiri. Oke, angka yang tertera setiap tahun adalah sebuah pencapaian bagi televisi swasta tersebut, tapi mengapa perayaannya terlihat seperti ajang lupa diri? Ya, hura-hura seperti yang sering ditayangkan, penuh euforia dan segala hal yang terlihat mubazir. Oke, mereka merayakan pencapaian, tapi saya memang sering ngeri menyaksikannya. Seperti mereka hendak hidup selamanya saja. Saya akan mengabaikan acara HUT te

Cerita tentang Benabook

Image
Penulis: Benazio Rizki (@benakribo) Publisher: bukune, 2014 Pertama kali liat buku ini berkeliaran di media sosial, saya tertarik. Tapi saya masih pikir-pikir untuk membelinya. Takut kalo isinya kurang memuaskan. Saya memang agak parnoan, he he. Sempat terbesit gitu pengen punya, tapi ya, belajar untuk mengefisienkan segala hal, memilah antara kebutuhan dan keinginan #tssah. Eh, yang namanya rezeki ya memang ada aja jalannya, ya :D Sahabat-sahabat pun menghadiahkan Benabook ini sebagai kado ulang tahun. Ummm... so sweet :3  Awal ngeliatnya udah bikin penasaran, isinya kayak gimana, ya? Karena didorong oleh rasa penasaran, saya pun melepas segel bukunya.  Buka-buka dikit, deh. Baru dibaca pas udah di rumah~ Begini kira-kira review saya tentang Benabook  ....