Posts

Showing posts from July, 2014

Diary

Siapa yang nggak pernah nulis diary semasa SD? Umm... berarti masa SDnya kurang greget. Dulu saya nulis diary, meskipun nggak rutin tapi tetep ditulisin. Makin bertumbuh, nulis diary pun makin sepenting dan sesempatnya aja. Misalnya cuma nulis hal-hal yang bener-bener pengen diinget aja ato nulis hal-hal yang emang penting banget dalam perjalanan hidup *cieh Sesuatu yang merubah kebiasaan nulis diary saya itu salah satunya ngeblog. Iya, ngeblog atau blogging. Di jaman yang serba teknologi, serba sosmed, serba update ini rasanya memang lebih kece kalo ngeblog (re: nulis diarynya pindah ke blog). Saya sempat terjebak dalam ngeblog ini. Malu juga kalo baca-baca postingan lama. Vulgar sekali rasanya mengumbar-umbar privasi di sosmed -_- Kemarin adalah waktu di mana saya sadar bahwa kebiasaan lama itu harus dimunculkan kembali, atau lebih tepatnya dibiasakan lagi. Kenapa? Karena hidup ini cuma sekali dan setiap momen berarti itu terjadi cuma sekali juga. Ada saatnya satu momen tertentu

finding back my passion!!!!

Hiyaaa....dari judul sudah terlihat sekali bahwa saya mengalami lost contact dengan passion saya. Sebabnya? Jangan paksa saya untuk menjawabnya karena saya pun masih berusaha mengetahui jawabannya. Hiks. Sebenarnya dari beberapa waktu yang lalu udah coba-coba buat nulis nge-update blog ini, tapi entah kenapa otak saya sepertinya ngambek untuk diajakin nulis postingan. Ada apakah gerangan? Merasa sedih sekali... Oh iyaaaa.... berhubung musim liburan udah dimulai sejak sebelum Ramadhan jadi Ramadhannya bisa santai dan difokusik ke ibadah o:) Selain itu, Ramadhan juga dibikin greget sama kegiatan ngecekin nilai UAS di web kampus. Ada beberapa yang mencapai nilai maksimal, ada pula yang mencapai nilai alakadarnya. Well, kalo ditinjau balik ke awal perkuliahan semester 2 kemaren sih yang dapet nilai alakadarnya tuh emang mata kuliah yang nggak terlalu menarik buat saya, misalnya aja Pendidikan Pancasila. Yak, saya memang bukan orang yang terlalu nasionalis, boleh dicap sebagai orang y

Sepucuk Surat

Duduk sendirian memandangi senja. Tiba-tiba terlintas wajahmu dalam benakku. Apa kabar kau sekarang? Aku mengambil secarik kertas dan mulai menulis. Pada suatu senja yang memikat, aku duduk terspesona di sebuah beranda yang menghadap ke arah lautan. Sinar matahari senja yang menyilaukan perlahan meredup seiring dengan turunnya matahari. Aku hanya duduk dan membiarkan teh dalam cangkir mendingin hingga tak nikmat lagi untuk disesap. Aku  mengingat apa yang menyatukan kita, dulu. Ya, pada suatu senja yang memikat. Kita bertemu. Kau ingat? Kau, dengan sebuah kamera yang menggantung di lehermu. Aku, dengan headphone yang menutupi kedua telinga. Kita tak sengaja bersisian ketika kau hendak membidik, mengabadikan senja, dan aku yang ingin mengintip senja dari sudut terbaik yang bisa ku dapat.